Monthly Archives: October 2021

Wajar Pemerintah Mencontoh Kami Bag6

Bukankah bisa beli dengan kredit? Riset Boston Consulting Group mendapati piramida konsumen yang menarik di Indonesia. Di go longan atas, ada 2,5 juta orang yang pembelanjaannya lebih dari Rp 7,5 juta per bulan. Di lapisan kedua, ada 6,5-7 juta orang dengan pengeluaran bulanan Rp 5-7,5 juta. Jadi pangsa pasar empat roda besar sekali, sampai 7 juta manusia.

Mereka mampu beli Agya karena nilai cicilannya cuma Rp 1,8 juta per bulan. Hanya, mereka butuh uang muka. Ada pula pertimbangan risiko sakit dan tidak mampu membayar cicilan. Belum lagi pajak. Jadi mikirnya panjang. Maka, setelah bisa beli motor, tidak langsung beli mobil baru.

Ayo, Imunisasi Polio

Mama, apakah si kecil sudah mendapatkan imunisasi tambahan polio? Jika belum, sekaranglah saatnya yang tepat. Selama seminggu, tepatnya 8—15 Maret ini, kembali dilaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di seluruh Indonesia. Seperti diketahui, imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang terbukti sangat efektif.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, di antaranya adalah polio. Polio merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf sehingga penderita mengalami kelumpuhan. Penyakit yang pada umumnya menyerang anak umur 0—3 tahun ini ditandai dengan munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher, serta sakit di tungkai dan lengan. Berikut ini tanya jawab singkat mengenai PIN Polio yang penting kita pahami. Apakah PIN Polio?

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio untuk anak usia 0—59 bulan tanpa melihat status 26 imunisasinya (sudah mendapatkan imunisasi polio atau belum). Apa tujuan PIN Polio? Tujuan PIN Polio adalah pemusnahan secara menyeluruh (eradikasi) polio di dunia pada akhir 2020. Selain itu, juga memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi cukup tinggi dengan cakupan lebih atau sama dengan 95% serta memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada anak kelompok usia 0—59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.

Eradikasi polio pada lingkup global juga bisa memberi keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek yang dikeluarkan untuk bisa menggapai tujuan eradikasi tidak ada seberapa dibanding dengan keuntungan yang bisa didapat dalam jangka yang panjang. Tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi cacat disebabkan oleh polio jadi biaya yang dibutuhkan untuk rehabilitasi penderita polio bisa dikurangi. Di mana pelaksanaan PIN Polio?

Pemberian imunisasi polio dilaksanakan di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Rumah Sakit serta pospelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat Bagaimana bila anak tidak ikut PIN Polio? Balita yang tak datang atau belum mendapatkan imunisasi pada waktu hari “H” harus dikunjungi (sweeping) dan diberikan imunisasi polio dalam kurun waktu maksimal 3 hari. Mengingat pentingnya kegiatan PIN Polio ini, maka penting bagi kita untuk mendukung keberhasilan kegiatan ini.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Ujung Sumpah Setia Sang Ustad Bag3

Mengenakan busana jubah putih, Choudary tak menunjukkan emosi di wajahnya seusai vonis dibacakan hakim Justice Holroyde. Keduanya dinyatakan telah melanggar Pasal 12 Terrorism Act 2000. Antara 29 Juni 2014 dan 6 Maret 2015, mereka aktif menyerukan dukungan terhadap ISIS. Terungkap di pengadilan, dokumen sumpah yang isinya memastikan keabsahan kekhalifahan ISIS di-posting oleh sejawat Choudary di Indonesia, Mohammad Fachry.

Pemerintah Inggris menabalkan ISIS sebagai kelompok teroris sejak Juni 2014. Menggalang dukungan untuk kelompok semacam itu terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun. Choudary, yang piawai berceramah, punya jejak kontroversial dalam dua dekade ini. Kuliahnya menyerempet batas hukum dan mendukung ekstremisme, kendati tidak ada bukti yang benar-benar menunjukkan dia menghasut kekerasan.

Siapa Mengantar Si Kecil Ke Sekolah?

Umumnya para mama lebih sering mengantarkan anak pergi ke sekolah daripada para papa. Bisa jadi memang karena mama punya lebih banyak kesempatan untuk pergi bersama anak, sementara papa terikat jadwal kantor. Namun, memberikan kesempatan pada papa untuk mengantar anak ke sekolah juga perlu, lo.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Apalagi jika papa dan mama sama-sama bekerja, boleh saja bergantian atau malah bersama-sama mengantar anak ke sekolah. Dengan mengantar bersama ke sekolah, quality time keluarga terbangun dan anak merasa dekat dengan orangtua. Sempatkan diri juga untuk melihat bagaimana anak berinteraksi dengan teman-teman dan gurunya di sekolah atau ngobrol dengan wali kelas untuk update keseharian anak di sekolah. Sedikit terlambat sampai kantor tidak masalah, yang penting bisa tetap memantau perkembangan anak di sekolah.

Needy Children

Semua anak usia dini tergolong needy children alias membutuhkan perhatian lebih banyak dari orangtua. Hal ini wajar saja, karena anak memang belum bisa melakukan banyak hal. Justru di situlah tugas kita sebagai orangtua. Tujuan pengasuhan adalah mendukung tumbuh kembang anak dan mendorong kemandirian si kecil, dengan cara memenuhi kebutuhan anak. Maka, anak yang tinggal di rumah dengan orangtua/orang dewasa yang tak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, cenderung mengalami masalah tumbuh kembang.

Needy children umumnya merasa tidak yakin dan tidak aman (insecure) dengan kemampuan dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Jadilah anak menggantungkan kebutuhannya pada orangtua karena pasti orangtua dapat selalu membantunya. Namun, anak yang butuh perhatian tinggi seperti ini akan semakin menjadi jika orangtua juga bersikap dan berlaku demikian. Orangtua yang cenderung melakukan semuanya untuk anak, seperti menyuapi makan, memandikan, memakaikan pakaian, mengerjakan PR anak, malah membuat perilaku anak semakin muncul. Buntutnya, anak malah tidak terbiasa mandiri dan sangat bergantung pada orangtua.

Ayo Bereskan Sendiri!

Ingin si batita tumbuh menjadi anak yang bertanggung jawab? Latihan pertama untuknya adalah beresberes sendiri. Misalnya, ketika si batita tidak sengaja menumpahkan gelas susunya, Mama cukup memberinya lap dan memintanya membersihkan tumpahan susu itu. Atau, saat dia makan snack dari bungkusnya, minta dia membuang bungkusnya itu ke tempat sampah alih-alih meninggalkannya di kursi. Tegaskan padanya untuk selalu membereskan segala hal yang ia lakukan, karena itu adalah hasil dari apa yang ia lakukan.

Sumber : https://pascal-edu.com/