Perhatikan Rambu-Rambu untuk Belly Dance

Lakukan latihan secara rutin untuk hasil yang maksimal. Lakukan latihan minimal sekali atau maksimal tiga kali dalam seminggu dengan lama latihan sekitar 30-60 menit per sekali latihan. Latihan yang dilakukan lebih dari tiga kali dalam seminggu dikhawatirkan akan membuat mamil tegang karena fisiknya lelah.

Baca juga : kerja di Jerman

Latihan dilakukan di bawah pengawasan instruktur berpengalaman, karena instruktur akan memilihkan gerakan yang aman dilakukan oleh mamil. Bila ingin melakukan latihan sendiri di rumah, sebaiknya sebelum melakukan latihan, konsultasikan dengan instruktur, gerakan apa saja yang aman dilakukan sendiri di rumah. U Pilih gerakan yang aman. Pasalnya, memasuki trimester kedua, keseimbangan tubuh mamil kerap terganggu karena perut yang membesar. Hndari gerakan seperti hip hop, kayang, ballroom dancing, dan lain-lain. Sekali lagi, konsultasikan dengan instruktur yang berpengalaman. U Kenakan baju senam yang nyaman, semisal dari bahan kaus, tetapi jangan yang terlalu ketat agar tak membuat sesak kesulitan bernapas.

Banyak minum selama dan sesudah latihan untuk mencegah dehidrasi. U Lakukan pemanasan/atau peregangan otot, baik sebelum maupun sesudah latihan, untuk melenturkan otot mamil agar tidak terlalu tegang pada saat dan seusai latihan. U Sempatkan mengonsumsi seporsi kecil makanan ringan kira-kira 1-2 jam sebelum latihan untuk tambahan energi.

Jika merasa pusing atau lelah saat latihan, segera hentikan dan beristirahatlah, ya, Ma. Jika terasa seperti mau pingsan, segera berbaring dengan kaki sedikit diangkat. U Bila timbul rasa sakit pada otot dan tulang saat berlatih, segera kompres dengan es di bagian yang sakit. U Gunakan aksesori untuk menambah semangat berlatih dan menciptakan suasana gembira. Ada banyak aksesori yang dapat digunakan, dari selendang sampai sabuk dengan lonceng bergemerincing.

Sebal enggak sih Ma, mendengar anak yang bicaranya enggak sopan. Rasanya mau langsung menjewer telinganya, ya. Padahal, aturan dasar berkomunikasi yang baik adalah berkata sopan. Nah, biasanya susah-susang gampang membiasakan anak berkata sopan. Mengapa” Karena setelah Mama bersusah payah mengajari anak bersikap atau berkata sopan di rumah, masih ada kemungkinan ia memelajari kata-kata tidak sopan dari teman-teman atau orang dewasa lain di sekitarnya.

Di episode Aku dan Si Kecil kali ini akan dibahas bagaimana mengajari anak bicara sopan bicara positif. Untuk itu, Alycia Evita akan berbincang dengan seorang psikolog perkembangan anak, Astrid Wen, MPsi., yang akan menjelaskan penyebab anak suka bicara tidak sopan. Salah satunya, karena kurang perhatian dari orangtua. Tentu saja, Astrid juga akan menjawab pertanyaan para Mama seputar membiasakan bicara sopan dan positif pada anak. Di akhir tayangan, Astrid akan memberikan tip bagaimana menghadapi perilaku anak yang negatif. Tentu saja tip-tip yang diberikan sangat membantu Mama dan 3apa agar menjadi “five star parents with great parenting skills”.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *