Rumah dengan Taman yang Asri

MeMpercantik wajah ruMah bisa lewat taman depan yang ditata indah. Pohon dan tanaman diatur jarak dan ukurannya. Beberapa aksen warna bunga dan batu lantas ditempatkan di sisi taman. Rumah yang awalnya terlihat angkuh pun bisa terkesan ramah bila penataan taman yang tepat. Sayangnya, dalam merancang taman depan, banyak hal yang kerap terlewatkan. Salah satunya adalah pemilihan pohon yang terlalu besar dan menutupi hunian. Tampilan rumah pun terhalangi, ruang rumah juga menjadi gelap. Tigor Charly Siahaan, desainer lansekap, menekankan pemilihan tanaman harus benar- benar diperhatikan. Pemilihan tanaman harus mempertimbangkan seberapa besar nantinya pohon akan tumbuh. Berapa tinggi yang akan ia capai, berapa lebar tajuk yang akan tumbuh. “ketika merancang taman rumah, kita tinggal menggisi lahan kosong yang tersedia.

Tinggal memikirkan jenis tanaman apa yang akan dipakai. Jenis apa yang cocok untuk lokasi dan kondisi lahan tersebut. Namun, sebelum memilih tanaman, kita melihat dulu desain bangunan rumahnya. Jangan sampai malah mengganggu tampilan dan kenyamanan rumah,” ujar Tigor Bagi desainer TSLA ini, desain bangunan yang mesti diperhatikan bukan soal style semata, namun juga bentuk dan ukurannya. Bentuk dan ukuran ini akan mempengaruhi pemilihan dan penempatan tanaman. Tanaman dengan ukuran seberapa yang cocok dengan proporsi dan bentuk bangunan. Dari kriteria tersebut, baru dikerucutkan jenis tanaman yang akan dipakai. Dipilah kembali sesuai dengan kondisi dan lokasi lahan. Bagaimana jenis tanahnya? Seberapa banyak intensitas matahari yang masuk ke taman? Area mana yang minim sinar matahari? “kalau tanaman selalu ada banyak alternatif. Jadi biasanya ditentukan di saat akhir. Jika tanaman A tidak cocok, ganti tanaman B.

Jika tidak cocok, ganti tanaman C. Banyak faktor yang mempengaruhi. Harga, selera. Atau yang kerap saya temui, mengenai perawatan, ” imbuh Tigor. Mendukung kecantikan rumah Taman merupakan pelengkap rumah. Pelengkap yang mendukung desain rumah terlihat semakin menarik. Untuk itu, dalam proses merancang taman, sebaiknya ada diskusi antara Anda, desainer lansekap, dan arsitek rumah. “Taman dirancang untuk mendukung desain rumah. Bagi saya, jangan sampai berebut perhatian. Jadi merancang taman jangan malah membuat bangunan tak kelihatan. kan, kecenderungannya adalah taman mengisi lahan kosong sebuah rumah, bukan sebaliknya,” tutur Tigor. Untuk menghasilkan desain taman yang tak mengganggu tampilan rumah, Anda bisa bermain dengan aksen tanaman. Jadi tak melulu menggunakan pohon besar. Jenis aksen bisa dihasilkan melalui warna, tekstur daun, hingga bentuk batang . Anda bisa memilih tanaman berwarna seperti tanaman berbunga, pohon kamboja dan tabebuia. Atau, tanaman dengan daun berwarna seperti bromelia (jenis nanas-nanasan).

Bentuk batang yang menarik juga bisa menjadi pilihan. Untuk bentuk batang yang bertekstur dan eksotis, pohon kamboja dan pule bisa jadi opsi. Penambahan spotlight di bawah pohon bisa memperkuat liukan batang. Sedangkan untuk bentuk batang yang ramping juga tetap bisa tampil menarik. Hanya saja, tajuk yang ditampilkan tetap harus unik. ketapang kencana (Terminalia mantaly) dan parahyba (Schizolobium parahyba) contohnya. Tajuknya menyebar dengan daun yang kecil, cocok mengisi sisi dinding rumah berdesain modern. Tapi, dengan berbagai pilihan yang ada, ada harus tetap memerhatikan faktor perawatan. Alasannya, tanaman merupakan mahkluk hidup yang perlu dirawat agar tetap hidup. “Perawatan merupakan concern utama yang kerap mucul dari klien saat mendesain. Maka saya akan bertanya, apakah ada pegawai yang khusus merawat tanaman atau tidak? Adakah waktu untuk rutin membersihkan daun yang berguguran? Dari situ, baru kita bisa menentukan jenis tanaman yang akhirnya digunakan,” tutup Tigor. Rumah ini di bekali dengan genset perkins 10 kva yang di beli dari supplier jual genset jakarta terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *