Siapa Mengantar Si Kecil Ke Sekolah?

Umumnya para mama lebih sering mengantarkan anak pergi ke sekolah daripada para papa. Bisa jadi memang karena mama punya lebih banyak kesempatan untuk pergi bersama anak, sementara papa terikat jadwal kantor. Namun, memberikan kesempatan pada papa untuk mengantar anak ke sekolah juga perlu, lo.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Apalagi jika papa dan mama sama-sama bekerja, boleh saja bergantian atau malah bersama-sama mengantar anak ke sekolah. Dengan mengantar bersama ke sekolah, quality time keluarga terbangun dan anak merasa dekat dengan orangtua. Sempatkan diri juga untuk melihat bagaimana anak berinteraksi dengan teman-teman dan gurunya di sekolah atau ngobrol dengan wali kelas untuk update keseharian anak di sekolah. Sedikit terlambat sampai kantor tidak masalah, yang penting bisa tetap memantau perkembangan anak di sekolah.

Needy Children

Semua anak usia dini tergolong needy children alias membutuhkan perhatian lebih banyak dari orangtua. Hal ini wajar saja, karena anak memang belum bisa melakukan banyak hal. Justru di situlah tugas kita sebagai orangtua. Tujuan pengasuhan adalah mendukung tumbuh kembang anak dan mendorong kemandirian si kecil, dengan cara memenuhi kebutuhan anak. Maka, anak yang tinggal di rumah dengan orangtua/orang dewasa yang tak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, cenderung mengalami masalah tumbuh kembang.

Needy children umumnya merasa tidak yakin dan tidak aman (insecure) dengan kemampuan dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Jadilah anak menggantungkan kebutuhannya pada orangtua karena pasti orangtua dapat selalu membantunya. Namun, anak yang butuh perhatian tinggi seperti ini akan semakin menjadi jika orangtua juga bersikap dan berlaku demikian. Orangtua yang cenderung melakukan semuanya untuk anak, seperti menyuapi makan, memandikan, memakaikan pakaian, mengerjakan PR anak, malah membuat perilaku anak semakin muncul. Buntutnya, anak malah tidak terbiasa mandiri dan sangat bergantung pada orangtua.

Ayo Bereskan Sendiri!

Ingin si batita tumbuh menjadi anak yang bertanggung jawab? Latihan pertama untuknya adalah beresberes sendiri. Misalnya, ketika si batita tidak sengaja menumpahkan gelas susunya, Mama cukup memberinya lap dan memintanya membersihkan tumpahan susu itu. Atau, saat dia makan snack dari bungkusnya, minta dia membuang bungkusnya itu ke tempat sampah alih-alih meninggalkannya di kursi. Tegaskan padanya untuk selalu membereskan segala hal yang ia lakukan, karena itu adalah hasil dari apa yang ia lakukan.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *