Wah! Menunjukkan Ketertarikan

Lalu kapan kita menyadari bahwa si batita siap bicara? Yaitu ketika batita mulai tertarik dengan benda-benda atau apa pun yang ada di sekelilingnya. Peran orang dewasa di sekitarnya sangat besar untuk membantu batita mengenali atau menyebut benda yang ia maksudkan tersebut. “Adik lihat bola, ya? Ini namanya bola, bentuk bulat, warnanya merah, juga bisa berputar.” Ikuti minat atau eksplorasi batita terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya dengan alami.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Saat ada tamu datang ke rumah dan si batita menghampiri, kita bantu dengan mengenalkannya, “Ini namanya Kakak Fani. Ayo, dong, bilang, ‘Halo, Kakak Fani…’” Jika batita belum merespons dengan tepat, tidak perlu dipaksa karena mungkin ia belum tertarik melakukannya. Kita bisa mencobanya di lain kesempatan. Selain itu, dianjurkan untuk tidak terlalu banyak mengoreksi usaha batita saat bicara. Saat ia baru bisa mengatakan “cucu” atau “usus” saat menginginkan susu, kita tidak perlu mengoreksi tetapi membantu mengulang kata tersebut dengan pengucapan yang benar.

“Oh, Kakak mau susu ya? Ini susunya.” Jangan memaksanya untuk mengulangi perkataan itu dan menuntutnya untuk mengucapkan kata “susu” dengan tepat saat itu juga. Perkembangan anak bisa juga sulit ditebak. Kita mungkin sudah cukup aktif mengajak bicara, tetapi ia belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mengucapkan kata-kata. Tetapi saat sudah tidak diharap-harap, mendadak si batita bisa bicara. Seperti yang dialami Fira ketika tiba-tiba saja Arfi bicara dengan cukup panjang, “Itu, ada bapaknya!” sambil menunjuk kucing kecil dan kucing besar yang melintas di depan mereka.

Yang penting, menurut Ika, kita perlu mewaspadai keterlambatan bicara jika sampai usia 3 tahun si batita belum juga mengucapkan minimal 20 kata. “Segera lakukan evaluasi pada pola pengasuhan. Mungkin batita terlalu banyak terpapar layar teve atau orang di sekitar batita kurang aktif mengajaknya bicara. Lalu lakukan perubahan dalam memberikan stimulasi. Jika dalam satu bulan tidak ada perkembangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan pakar,” saran Ika.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *